Category Archives: Kuliah

Jaket & Bendera Tambang UNDANA

The Jacket

Jaket Tambang Universitas Nusa Cendana (UNDANA) bersifat bolak-balik dimana bagian Luar merupakan jaket resmi Jurusan – HMT (warna Merah), sedangkan bagian dalam merupakan jaket resmi angkatan (warna dan model design sesuai keinginan angkatan masing-masing). Bagian luar jaket (Jaket Jurusan – HMT) merupakan suatu identitas jurusan dan sudah ditetapkan model design-nya bagi mahasiswa Teknik Pertambangan UNDANA, sedangkan bagian dalam jaket diluangkan kreatifitas masing-masing angkatan untuk men-design jaket sesuai identitas dan karakternya.

Luar Revisi

Model Jaket Jurusan (HMT) bagian Luar

Dalam Revisi

Model Jaket angkatan bagian dalam

 

BAHAN JAKET

Bahan yang digunakan pada Jaket Tambang bagian luar adalah Parasut Taslan sedangkan bagian dalam menggunakan bahan Dakron.

Kain parasut taslan (taslan parachut) terbuat dari bahan polyester dengan lapisan rubber coating sehingga bersifat semi-waterproof, ketebalan sedang sehingga nyaman dipakai, windproof 95% sehingga relatif nyaman dipakai untuk outdoors. Kain bagian dalam berupa Dakron yang adalah bahan yang baik untuk dipakai ditempat‑tempat dingin dan juga bahan ini cepat kering jika kena hujan. Jaket ini cocok sekali dengan cuaca yang dingin dan basah, namun akan sangat tidak nyaman jika dipakai saat cuacanya panas ekstrim.

WARNA

Merah: Warna merah merupakan warna dasar (primer) yang memberi arti gairah dan memberi energy dan menyerukan terlaksananya suatu tindakan. Dalam psikologi warna merah merupakan simbol dari energi, gairah, action, kekuatan dan kegembiraan. Dalam Romawi kuno, warna merah menyimbolkan darah dan keberanian; pasukan Romawi memakai tunik/jubah merah dan jendral memakai jubah kirmizi dan mewarnai tubuh mereka merah saat upacara kemenangan. Tujuan utama jaket tambang diberikan warna merah adalah demi keselamatan; karena warna ini mencolok/terang sehingga saat mahasiswa/pekerja berada di lapangan (lokasi tambang/lokasi eksplorasi) akan lebih mudah terlihat.

Hitam: Warna hitam adalah warna yang akan memberi kesan suram, gelap dan menakutkan namun juga elegan. Karena itu elemen apapun jika dikombinasikan dengan warna hitam akan terlihat menarik. Di dalam Feng Shui, Hitam adalah elemen air, dipersepsi sebagai kuat, misterius, dan independen.

Secara ringkas, dapat dikatakan bahwa kombinasi antara merah dan hitam pada jaket ini dapat menyimbolkan keberanian dan kekuatan. Jadi mahasiswa yang memiliki jiwa dan mental yang lemah patut dipertanyakan statusnya sebagai mahasiswa tambang, hehe.

LAMBANG

Lambang Tambang UNDANA akan dibahas dalam tiga bagian yakni; lambang UNDANA, lambang tambang, dan segitiga terbalik.

Lambang Tambang Undana

Lambang Tambang Undana

Lambang UNDANA: UNDANA memiliki lambang yang berbentuk daun lontar berwarna hijau dengan 1 tangkai berduri 9, bergerigi 62 dan di tengahnya terdapat gambar obor dan akar cendana.

Logo_Undana

Lambang UNDANA

Ini adalah arti dari lambang tersebut:

  • Daun lontar melambangkan kemampuan adaptasi terhadap setiap perubahan.
  • 1 tangkai melambangkan tanggal berdirinya Undana.
  • Tangkai berduri 9 melambangkan bulan berdirinya Undana.
  • Daun lontar bergerigi 62 melambangkan tahun berdirinya Undana.
  • Bintang bersegi lima melambangkan Pancasila.
  • Gambar lingkaran melambangkan ciri dan corak Undana yang senantiasa bergerak, berputar dan maju sehingga mampu    berfungsi sebagi dinamisator bagi masyarakat menuju perkembangan dan modernisasi.
  • Obor dan akar cendana melambangkan ilmu pengetahuan sebagai suluh yang membawa kepada kehidupan yang luhur, bahagia, dan sejahtera.
  • Warna kuning melambangkan kejujuran dan keluhuran budi.
  • Warna hijau melambangkan pengharapan dan kehidupan abadi

 

Lambang TambangHammer and Pick merupakan simbol yang sangat familiar dalam dunia tambang. Simbol ini melambangkan alat tradisional para penambang yakni berupa palu dan beliung/pencungkil. Palu ini tergambar dalam sudut pandang seorang pekerja bertangan kanan (perhatikan bagaimana ujung yang runcing menunjuk ke arah kanan). Simbol ini sering dipakai sebagai coat of arms kota-kota yang dikenal sebagai wilayah tambang (contoh di Barsinghausen, Johanngeorgenstadt, dan lain-lain) dan dipakai juga dalam berbagai sekolah tambang (contoh South Dakota School of Mines and Technology, dan lain-lain).

hammer and pick

Hammer and Pick

 

“Peralatan proletar silang” seperti ini umumnya digunakan sebagai simbol komunisme suatu bangsa (palu arit). Namun simbol hammer and pick sudah ada jauh sebelum munculnya Marxisme. Lambang kota Berggießhübel pada abad ke-15 berupa seorang penambang dengan palu dan pick ditangannya. Lambang kota lain seperti Barsinghausen dan Freiberg juga memiliki simbol hammer and pick. Simbol ini sering digunakan dalam abad ke-16 sejak pertambangan lagi booming di Saxony – Jerman.

Segitiga Terbalik mengandung makna filosofis yaitu kita sebagai suatu perguruan tinggi dan sebagai kaum akademisi harus memiliki kinerja dan pola pikir yang meruncing ke bawah. Meruncing ke bawah berarti “lebih dekat kepada masyarakat.” Artinya, apa yang kita pelajari di kampus dan yang akan kita kerjakan di masa mendatang harus membawa dampak dan perubahan yang positif terhadap sosial. Perubahan dapat berupa perubahan ekonomi, perubahan pola pikir, infrastruktur, dan lain-lain. Apalagi UNDANA terletak di salah satu provinsi termiskin di Indonesia.

Lambang lainnya: Sejak Teknik Pertambangan berdiri pada tahun 2007, banyak lambang-lambang Tambang UNDANA yang pernah dibuat dan kedua-duanya sangat mengesankan!! 🙂

bendera lama

THE FLAG

Bendera ini di desain pada tahun 2014 oleh angkatan 2009 untuk dikibarkan di summit saat mendaki gunung. Check it out!!

 

Bendera Tambang Final.001

Bendera Tambang UNDANA

 

Thanks for visiting my blog y’all.

Bae sonde bae,

Tambang UNDANA jao lebe bae 🙂

 

PHOTO GALLERIES

 

 

Sources:

Wikipedia:

https://id.wikipedia.org/wiki/Merah

https://en.wikipedia.org/wiki/Red

https://id.wikipedia.org/wiki/Hitam

https://en.wikipedia.org/wiki/Hammer_and_pick

https://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Nusa_Cendana

Others:

https://miningundana07.wordpress.com/about/

http://www.agenjaket.com/jaket-taslan

https://tjahyarayungh.wordpress.com/2014/10/10/arti-warna-helm-safety/

http://montanatechnocrat.blogspot.co.uk/2011/11/hammer-and-pick.html

https://erbinabaroes.wordpress.com/2013/06/24/arti-warna-dalam-ilmu-psikologi-lalu-apa-warna-kepribadianmu/

 

 

 

Masa Kuliah bersama Rockers ’09 – Teknik Pertambangan UNDANA

What’s up guys,, just wanna write about my dear friends this time… Missed them so much… 🙂

Rockers '09 @Kuliah Lapangan Petrologi

Rockers ’09 @Kuliah Lapangan Petrologi

Rockers ’09 merupakan nickname atau nama angkatan bagi Mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Nusa Cendana tahun angkatan 2009. Pada awal masuk perkuliahan tahun pertama jumlah siswa pada angkatan ini berjumlah 50-an tetapi setelah memasuki semester 3-5 banyak teman-teman kita yang drop-out, transfer atau menghilang begitu saja dan yang bertahan sampai semester akhir jumlahnya berkisar 42 mahasiswa.

Mabim (Masa Bimbingan)  Rockers '09

Mabim (Masa Bimbingan) Rockers ’09. Saat masih gundul dan culun…. hehe

Walaupun angkatan kita memiliki banyak perbedaan dalam latar belakang akademik, agama, budaya dan asal usul, namun kita tetap solid dan kompak. Teknik Pertambangan merupakan ilmu teknik yang membutuhkan basic ilmu yang kuat dalam pengetahuan alam seperti fisika, kimia, dan matematika, namun beberapa teman kita yang berasal dari jurusan IPS dan Bahasa dapat beradaptasi dengan baik. Semuanya dapat diraih dengan kekompakan serta adanya niat untuk belajar dan saling membantu.

Tugas Pemetaan Kampus

Juga adanya variasi dalam asal-usul, logat bahasa dan budaya masing-masing mahasiswa membuat angkatan ini kian penuh warna. Dominasi angkatan kami berasal dari Kota Kupang namun tak sedikit juga yang berasal dari sekitaran pulau Timor (Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu dan Malaka), Flores, Alor, Sumba, dan bahkan ada yang dari Jawa Timur. Walaupun sempat terdapat beberapa perpecahan (blok-blok) dan perselisihan pada masa-masa perkuliahan namun semua hanya bersifat sementara…. we’re inseparable,, hehehe….

Rockers '09 beraksi pada FST Got Talent 2012

Rockers ’09 beraksi pada FST Got Talent 2012

Kata orang masa terindah adalah masa SMA, tetapi ini merupakan pernyataan bagi mereka yang tidak pernah merasakan dunia kampus – perkuliahan (kata dosenku, hehe). Masa-masa yang paling dikenang bersama mereka adalah saat kerja tugas dari malam sampe pagi (SKS= Sistem Kebut Semalam) dan tidur bangun sama-sama.. hehe.. . Unforgettable!!! Terkadang merasa jenuh dan tidak mampu menyelesaikan tugas sehingga harus berpetualang tengah-tengah malam bertamu ke rumah teman untuk “salin” tugas mereka yang sudah selesai.. hehehe..

Tugas Tugas

Kerja Tugas @My bedroom,, hehe

 

 

Rumahku dan kamarku merupakan sangkar anak tambang; tempat tidur bangun dan makan sama-sama. Terkadang tidak ada tugas pun teman-teman (especially the boys) mampir ke rumah untuk duel Playstation (we’re all addicted to PES or FIFA games).

Salah satu masa berkenang lainnya adalah masa Kuliah Lapangan Geologi (Petrologi). Ekskursi ini dirintis dan dilaksanakan pertama kali oleh angkatan Rockers ’09 (kebetulan saat itu saya yang ketua panitia). Sekarang ekskursi ini merupakan suatu kewajiban bagi para mahasiswa yang mengambil mata kuliah Petrologi di Teknik Pertambangan UNDANA. Ekskursi ini dilaksanakan di sekitaran Pulau Timor, di wilayah Timor Tengah Utara (Kefa) sampai Belu (Atambua). Tujuannya adalah untuk mengenal Geologi Pulau Timor yang menurut para geologist sangat kompleks. Saya dan beberapa teman seangkatan lainnya menunjukan prestasi yang bagus dalam mata kuliah Petrologi sehingga ditunjuk untuk menjadi asisten dosen. Hal ini juga menguntungkan untuk menambah ilmu kita serta belajar untuk bisa mengajar dalam forum akademik (cita-citaku adalah menjadi seorang lecturer,, hehe). Hal lain yang menguntungkan menjadi seorang asisten dosen adalah kita bisa mengikuti ekskursi lagi bersama adik-adik semester, tetapi kali ini Gratis!! hehe…

Rockers '09-Model     Blink '10-Model 2

Salah satu persyaratan untuk menyandang gelar ST (sarjana teknik) di Teknik Pertambangan UNDANA adalah wajib melakukan Kerja Praktek (internship), Kuliah Kerja Nyata (Community Service) dan tentunya Tugas Akhir/Skripsi (Thesis). Masa-masa ini juga menyenangkan tetapi sangat menguras tenaga, waktu dan juga otak..!!! Tetapi seberat apapun itu, just enjoy it, there’s not an easy way to obtain knowledge and great character if you don’t work hard for it..

Kerja Praktek "Survey Geolistrik" di Desa Tanini - Takari, Kabupaten Kupang

Kerja Praktek “Survey Geolistrik” di Desa Tanini – Takari, Kabupaten Kupang

KKN di Desa Anin, Kecamatan Amnatun Selatan, TTS.

KKN di Desa Anin, Kecamatan Amnatun Selatan, TTS.

Tugas Akhir "Geologi Lingkungan" di Desa Pitay - Sulamu, Kabupaten Kupang

Tugas Akhir “Geologi Lingkungan” di Desa Pitay – Sulamu, Kabupaten Kupang

Sampai saat tulisan ini dibuat, sudah 5 orang yang telah wisuda; Vitry, Selvy, Dince, Ria dan juga saya. Semangat buat teman-teman lainnya yang masih bergumul dengan skripsi nya,, I believe in y’all and I’m always available if you guys need help or anything. May me and the 4 girls be your motivation to succeed and even achieve greatness in the future..

Graduation Day, June 2014. Me (ujung kanan) and Vitry (ke-3 dari kanan).

Graduation Day, June 2014.
Me (ujung kanan) and Vitry (ke-3 dari kanan) bersama kakak2 senior

Last words,, ku ingin sampaikan terimakasih buat teman-teman Rockers ’09; kalian adalah sahabat-sahabatku dan saudaraku yang kukasihi, dan takkan pernah kulupakan.. Thanks for the good and bad times, the fun and sad moments, I learned so much from y’all…

Love y’all Rockers’09..

Punya kisah kuliah yang sama atau lebih menyenangkan? Pastinya semua orang memiliki kisah yang berbeda-beda, Smoga setiap pengalaman menjadi hikmah tersendiri bagi kita. Bagi yang belum kuliah? Teknik Pertambangan UNDANA is not a bad idea to start your career.. hehe.. God bless y’all..!!

Tugas Metodologi Penelitian

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.     Latar Belakang
Tugas utama seorang ahli Geologi di tambang terbuka adalah memperbaharui cadangan dan pemodelan geologi setiap cebakan yang didasarkan pada data yang dikumpulkan selama setahun serta mendukung kegiatan operasional tambang. Ahli geologi yang mendukung kegiatan tambang terbuka setiap hari memetakan dan memperbaharui aspek-aspek geologi, seperti jenis batuan, struktur geologi, dan ubahan batuan untuk mendukung perencanaan dan pengembangan tambang.
Ahli geologi tambang terbuka juga melakukan pemetaan harian jenjang (bench) tambang dan material hasil peledakan untuk memperbaharui model geologi yang telah ada. Pengambilan conto batuan juga dilakukan untuk menguji kadar batuan, di samping tujuan lainnya seperti uji material terhadap liquifaction, pemeriksaan ulang klasifikasi dan uji metalurgi untuk material cebakan bijih.
Setelah sebuah tahapan eksplorasi dan studi kelayakan pada suatu daerah selesai dilakukan dan menyatakan bahwa suatu cebakan bijih layak secara ekonomis untuk ditambang, bagian teknik tambang segera menyusun perencanaan tambang.
Dalam suatu perencanaan tambang, khususnya tambang bijih, terdapat dua pertimbangan dasar yang perlu diperhatikan, yaitu; pertimbangan ekonomis dan pertimbangan teknis. Salah satu dari pertimbangan teknis dalam suatu perencanaan ialah pertimbangan kondisi geologi, dalam hal ini struktur geologi yang dominan.
Struktur gologi yang mempengaruhi dalam perancangan suatu tambang terbuka yaitu:

– Perlapisan dan perlipatan (sinklin dan antiklin)
– sesar dan patahan
– cleavage
Struktur geologi yang mempengaruhi jenjang pada tambang terbuka karena struktur ini sangat mempengaruhi kekuatan batuan karena umumnya merupakan bidang lemah pada batuan tersebut, dan merupakan tempat rembesan air yang mempercepat proses pelapukan.
Petimbangan mengenai bentuk struktur geologi yang dominan tersebut akan mempengaruhi dalam melakukan perancangan tambang. Adanya daerah perlapisan, perlipatan, sesar dan patahan akan mempengaruhi batas-batas daerah yang akan ditambang (geometri dari daerah penambangan) serta adanya struktur pada bagian jenjang (bench) karena struktur ini sangat mempengaruhi kekuatan batuan karena umumnya merupakan bidang lemah pada batuan tersebut, dan merupakan tempat rembesan air yang mempercepat proses pelapukan.
Kejadian ini akan berpengaruh pada kemantapan lereng dalam hal ini perlu mengindentifikasi struktur-struktur tersebut untuk mengetahui zona hancuran, dan potensi kelongsoran pada lereng sehingga dapat mengantisipasi adanya permasalahan dan mencegah terjadinya bahaya dalam kelangsungan operasi penambangan setiap harinya.
Oleh karena itu pentingnya penelitian ini dalam hal pemetaan struktur geologi terhadap perencanaan desain jenjang tambang serta menganalisis struktur yang ada pada jenjang dalam lokasi tambang terbuka dapat mengantisipasi bahaya seperti halnya longsoran. Dan walaupun yang terjadi relatif kecil, dengan tanda-tanda yang tidak begitu kentara, tetap saja dapat membahayakan jiwa dan merusak peralatan yang ada. Penelitian ini memusatkan pada analisis kondisi geologi saja dalam hal ini pemetaan struktur geologi dan analisis struktur pada jenjang tambang terbuka, dan tidak mengembang pada analisis kestabilan lereng yang pada umumnya mecakup dan memerhatikan berbagai jenis aspek dan pengaruh.

1.2.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan, maka perumusan masalah dari penelitian adalah sebagai berikut:
1.    Bagaimana pengaruh struktur geologi terhadap perencanaan desain jenjang tambang terbuka?
2.    Bagaimana menganalisis struktur geologi untuk mengetahui zona hancuran, kerapatan struktur, dan potensi kelongsoran lereng pada jenjang tambang terbuka?

1.3.     Maksud dan tujuan
Berdasarkan latar belakang masalah dan rumusan masalah yang dikemukakan, maka maksud dan tujuan dari penelitian adalah sebagai berikut:
1.    Untuk menjelaskan pengaruh dari struktur geologi terhadap perencanaan desain jenjang tambang terbuka.
2.    Untuk menjelaskan analisis struktur geologi untuk mengetahui zona hancuran, kerapatan, struktur, dan potensi kelongsoran lereng pada jenjang tambang terbuka.

1.4.    Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah serta rumusan masalah yang dikemukakan, maka batasan masalah dalam penelitian ini adalah tentang pengaruh struktur terhadap perencanaan desain jenjang, serta menganalisis struktur geologi pada jenjang tambang terbuka. Penelitian ini dibatasi hanya pada analisis struktur geologi, dan tidak mengembang pada analisis kestabilan lereng yang pada umumnya mencakup berbagai jenis aspek dan pengaruh.

BAB II
LANDASAN TEORETIS

2.1.     Pengenalan Geologi Struktur
Geologi struktur adalah bagian dari ilmu geologi yang mempelajari tentang bentuk (arsitektur) batuan sebagai hasil dari proses deformasi. Adapun deformasi batuan adalah perubahan bentuk dan ukuran pada batuan sebagai akibat dari gaya yang bekerja di dalam bumi.Secara umum pengertian geologi struktur adalah ilmu yang mempelajari proses pembentukannya. Beberapa kalangan berpendapat bahwa geologi struktur lebih ditekankan pada studi mengenai unsur-unsur struktur geologi, seperti perlipatan (fold), rekahan (fracture), patahan (fault), dan sebagainya yang merupakan bagian dari satuan tektonik (tectonic unit), sedangkan tektonik dan geotektonik dianggap sebagai suatu studi dengan skala yang lebih besar, yang mempelajari obyek-obyek geologi seperti cekungan sedimentasi, rangkaian pegunungan, lantai samudera, dan sebagainya.
Sebagaimana diketahui bahwa batuan-batuan yang tersingkap dimuka bumi maupun yang terekam melalui hasil pengukuran geofisika memperlihatkan bentuk-bentuk arsitektur yang bervariasi dari satu tempat ke tempat lainnya. Bentuk arsitektur susunan batuan di suatu wilayah pada umumnya merupakan batuan-batuan yang telah mengalami deformasi sebagai akibat gaya yang bekerja pada batuan tersebut. Deformasi pada batuan dapat berbentuk lipatan maupun patahan/sesar. Dalam ilmu geologi struktur dikenal berbagai bentuk perlipatan batuan, seperti sinklin dan antiklin. Jenis perlipatan dapat berupa lipatan simetri, asimetri, serta lipatan rebah (recumbent/overtune), sedangkan jenis-jenis patahan adalah patahan normal (normal fault), patahan mendatar (strike slip fault), dan patahan naik (trustfault).
Proses yang menyebabkan batuan-batuan mengalami deformasi adalah gaya yang bekerja pada batuan-batuan tersebut. Pertanyaannya adalah dari mana gaya tersebut berasal? Sebagai mana kita ketahui bahwa dalam teori “tektonik lempeng” dinyatakan bahwa kulit bumi tersusun dari lempeng-lempeng yang saling bergerak satu dengan lainnya. Pergerakan lempeng-lempeng tersebut dapat berupa pergerakan yang saling mendekat (konvergen), saling menjauh (divergen), atau saling berpaspasan (transform). Pergerakan lempeng-lempeng inilah yang merupakan sumber asal dari gaya yang bekerja pada batuan kerak bumi.

2.2.     Jenis-jenis Struktur Geologi
Dalam geologi dikenal 3 jenis struktur yang dijumpai pada batuan sebagai produk dari gaya-gaya yang bekerja pada batuan, yaitu: (1). Kekar (fractures) dan rekahan (cracks); (2). Pelipatan (folding); dan (3). Patahan/sesar (faulting). Ketiga jenis struktur tersebut dapat dikelompokan menjadi beberapa jenis unsur struktur, yaitu:
2.2.1.    Kekar (fracture)
Kekar adalah struktur retakan/rekahan terbentuk pada batuan akibat sutau gaya yang bekerja pada batuan tersebut dan belum mengalami pergeseran. Secara umum, struktur kekar dapat dikelompokan berdasarkan sifat dan karakter retakan/rekahan serta arah gaya yang bekerja pada batuan tersebut. Kekar yang umumnya dijumpai pada batuan adalah sebagai berikut :
a.    Shear Joint (Kekar Gerus) adalah retakan/rekahan yang membentuk pola salin berpotongan membentuk pola saling berpotongan membentuk sudut lancip dengan arah gaya utama. Kekar jenis shear joint umumnya bersifat tertutup.
b.    Tension Joint adalah retakan/rekahan yang berpola sejajar dengan arah gaya utama, umumnya bentuk rekahan bersifat terbuka.
c.    Extension Joint (release joint) adalah retakan/rekahan yang berpola tegak lurus dengan arah gaya utama dan bentuk rekahan umumnya terbuka.
2.2.2.    Lipatan (Fold)
Lipatan adalah suatu deformasi batuan yang berbentuk gelombang sinusoidal dimana gaya yang bekerja pada batuan tidak melampaui batas elastisitasnya, sehingga batuan tidak mengalami pensesaran. Lipatan sinklin adalah bentuk lipatan yang cekung ke arah bawah, sedangkan lipatan antiklin adalah lipatan dapat dibagi menjadi 3 (jenis), yaitu:
a.    Lipatan Simetri adalah lipatan yang kemirigan lapisan batuan pada kedua sayapnya memiliki sudut yang sama besarnya.
b.    Lipatan asimetri adalah lipatan yang kemiringan lapisan batuan pada kedua sayapnya tidak sama besar.
c.    Lipatan Rebah (Overturne fold/recumbent fold) adalah lipatan yang kedua sayapnya telah mengalami p[embalikan arah kemiringan lapisan batuannya.
d.    Lipatan Sesar (chevron fold) adalah lipatan yang berbentuk seperti segitiga.
2.2.3.    Patahan/sesar (Fault)
Patahan/sesar adalah pergeseran sebagian mas/tubuh batuan dari kedudukan semula yang diakibatkan oleh gaya yang bekerja pada batuan tersebut. Struktur sesar dalam geologi dikenal ada 3 jenis, yaitu:
a.    Sesar Mendatar (strike slip fault) adalah sesar yang pengerakannya sejajar, blok bagian kiri relatif bergesar kearah yang berlawanan dengan blok bagian kanannya. Berdasarkan arah pergerakan sesarnya, sesar mendatar dapat dibagi menjadi 2 (dua) jenis sesar, yaitu: (1). Sesar Menatar Dextral (sesar mendatar menganan) dan (2). Sesar Mendatar Sinistral (sesar mendatar mengiri). Sesar Mendatar Dextral adalah sesar yang arah pergerakannya searah dengan arah perputaran jarum jam sedangkan Sesar Mendatar Sinistral adalah sesar yang arah pergeserannya berlawanan arah dengan arah perputaran jarum jam. Pergeseran pada sesar mendatar dapat sejajar dengan permukaan sesar atau pergeseran sesarnya dapat membentuk sudut (dip-slip/oblique). Sedangkan bidang sesarnya sendiri dapat tegak luurus maupun menyudut dengan bidang horizontal.
b.    Sesar Naik (Thrust fault/reverse fault) adalah sesar dimana salah satu blok batuan bergeser ke arah atas dan blok bagian lainnya bergeser ke arah bawah disepanjang bidang sesarnya. Pada umumnya bidang sesar naik mempunyai kemiringan lebih kecil dari 45°C.
c.    Sesar Turun (Normal fault) adalah sesar yang terjadi karena pergeseran blok batuan akibat pengaruh gaya gravitasi. Secara umum, sesar normal terjadi sebagai akibat dari hilangnya pengaruh gaya sehingga batuan menuju ke posisi seimbang (isostasi). Sesar normal dapat terjadi dari kekar tension, release maupun kekar gerus.

2.3.     Prinsip dasar Mekanika Batuan
Mengenal dan menafsirkan tentang asal-usul dan mekanisme pembentukan suatu struktur geologi akan menjadi lebih mudah apabila kita memahami prinsip-prinsip dasar mekanika batuan, yaitu tentang konsep gaya, tegasan (stress/compressive), tarikan (strength) dan faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi karakter suatu materi/bahan.

2.3.1.     Gaya (force)
Gaya merupakan suatu vektor yang dapat merubah gerak dan arah pergerakan suatu benda. Gaya dapat bekerja secara seimbang terhadap suatu benda (seperti gaya gravitasi dan elektromagnetik) atau bekerja hanya pada bagian tertentu dari suatu benda (misalnya gaya-gaya yang bekerja disepanjang suatu sesar di permukaan bumi).

2.3.2.    Tekanan Litostatik
Tekanan yang terjadi pada suatu benda yang berada di dalam air dikenal sebagai tekanan hidrostatik. Tekanan hidrostatik yang dialami oleh suatu benda yang berada di dalam air adalah berbanding lurus dengan berat volume air yang bergerak keatas atau volume air yang dipindahkan.

2.3.3.     Tegasan
Tegasan adalah gaya yang bekerja pada suatu luasan permukaan dari suatu benda. Tegasan juga dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi yang terjadi pada batuan sebagai respon dari gaya-gaya yang berasal dari luar.
2.3.4.    Mekanisme sesar
a.    Pengenalan: Sesar merupakan retakan yang mempunyai pergerakan searah dengan arah retakan. Ukuran pergerakan ini adalah bersifat relatif, dan kepentingannya juga relatif.
b.    Anatomi sesar: Arah pergerakan yang terjadi disepanjang permukaan suatu sesar dikenal sebagai bidang sesar. Apabila bidang sesarnya tidak tegak, maka batuan yang terletak diatasnya dikenali sebagai dinding gantung (hanging wall), sedangkan bagian bawahnya dikenal dengan dinding kaki (foot wall).

2.4.     Beberapa istilah
2.4.1.     Strike dan Dip
Dalam penelitian lapisan dan struktur geologi kita harus mengetahui kedudukan batuan di permukaan bumi dengan mengukur arah penyebarannya dan juga kemiringan batuan. Dalam ilmu Geologi, kedua elemen tersebut dinamakan Strike dan Dip.
Strike atau Jurus adalah arah garis yang dibentuk dari perpotongan bidang planar dengan bidang horizontal ditinjau dari arah utara. Sedangkan Dip adalah derajat yang dibentuk antara bidang planar dan bidang horizontal yang arahnya tegak lurus dari garis strike. Bidang planar ialah bidang yang relatif lurus, contohnya ialah bidang perlapisan, bidang kekar, bidang sesar, dll. Strike Dip pada batuan umumnya muncul pada batuan hasil pengendapan (sedimen). Tapi juga ditemukan pada batuan metamorf yang berstruktur foliasi. Penulisan strike dan dip hasil pengamatan ialah:
N (Derajat Strike) E/ (Derajat Dip) dan dibaca North to East (Nilai Strike) and (Nilai Dip)

Strike dip pada perlapisan batuan dapat diukur dengan menggunakan kompas Geologi. Kompas Geologi mumpuni untuk mengukur strike dip karena memiliki klinometer juga bulls eye. Klinometer adalah rangkaian alat yang berguna untuk mengukur kemiringan dan Bulls eye adalah tabung isi gelembung udara berguna untuk memposisikan kompas geologi agar menjadi horizontal.

2.4.2.     Zona hancuran
Zona hancuran merupakan daerah lemah dimana dilalui oleh sesar yang mengakibatkan batuan yang terdapat pada daerah tersebut mengalami penghancuran yang kemudian akan membentuk kumpulan dari blok batuan yang hancur.

2.4.3.     Proyeksi Stereografi
Proyeksi stereografi merupakan metode pendeskripsian geometri yang mampu menunjukkan hubungan antara ‘besar sudut’ dan ‘kedudukan’ dari garis atau bidang.

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1.1.    Alat dan bahan
3.1.2.    Bahan
Bahan yang diperlukan/diteliti dalam penelitian ini merupakan struktur-struktur geologi yang berada pada jenjang tambang terbuka.
3.1.3.    Alat
Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.    Palu Geologi: Untuk memcahkan batuan
b.    Kompas Geologi: Untuk mengukur strike dan dip
c.    Peta lokasi/peta topogafi/peta geologi daerah yang diteliti
d.    Pahat: Untuk mencungkil spesimen mineral atau logam
e.    Kantong contoh batuan: Untuk mengkantongi sampel batuan
f.    Kuas: Untuk membersihkan permukaan singkapan batuan
g.    Loupe: Untuk memperbesar pengamatan singkapan atau contoh batuan
h.     Pita ukur: Untuk mengukur jarak atau dimensi panjang suatu singkapan
i.    Alat Global Positioning System (GPS)
j.    Alat tulis serta penggaris dan busur derajat

3.2.     Teknik pengumpulan data
Cara pengambilan data dilakukan dengan pengamatan langsung dilapangan dan juga data-data yang diambil dari literatur yang berhubungan dengan permasalahan yang ada.
Oleh karena itu, dalam pengambilan data struktur di lapangan, hal yang pertama kali harus dilakukan adalah pengeplotan lokasi pengambilan data. Hal ini penting sekali untuk menentukan posisi pengambilan data pada peta yang nantinya dapat membantu dalam analisis strukturnya.
Pengambilan data pada tiap struktur berbeda – beda tergantung dari hasil analisis yang diinginkan. Tetapi, umumnya, data – data yang diambil adalah sebagai berikut:
a.    Kekar
Data yang diambil adalah strike dan dip dari bidang kekar. Perlu diperhatikan dalam pengambilan data kekar, harap dipisahkan bidang kekar yang terdapat pada satuan  batuan  yang berbeda. Selain itu, dibedakan juga antara kekar tarik dan kekar gerus agar data yang diambil tidak tercampur aduk. Untuk kekar – kekar yang memiliki dip >= 80°, jumlah data yang harus diambil minimal 25 pasang kekar (50 kekar). Sedangkan untuk kekar – kekar yang memiliki dip <= 80°, jumlah data yang diambil minimal 1 pasang kekar (2 kekar). Semakin banyak data yang diambil, hasilnya semakin baik.
b.    Sesar
Data yang diambil adalah strike dan dip dari bidang sesar, struktur penyerta (jika ada), besarnya offset sesar, kinematika, dan litologi apa saja yang dipotong oleh sesar. Untuk data ini, perlu dilakukan sketsa dari singkapan sesar agar data yang tidak tercatat di lapangan dapat dilihat kembali pada sketsa.
c.    Lipatan
Adanya lipatan di suatu daerah dapat diketahui dari strike dan dip perlapisan batuan dimana arah dari dipnya berlawanan. Data yang diambil untuk analisis adalah strike dan dip dari perlapisan batuan yang ada.
3.3.      Teknik analisis data
Tahap pemprosesan data yaitu dengan melakukan penggabungan dari hasil studi pustaka dan literatur yang dilakukan dengan hasil  pengamatan serta pengambilan data lapangan yang didukung oleh analisa laboratorium, yang meliputi :
a.    Analisis petrografi, dimaksudkan untuk mengamati kenampakan mikroskopis batuan pada sayatan tipis dalam menentukan jenis, ukuran, tekstur, struktur batuan, komposisi dan persentase mineral penyusun batuan. Sehingga dapat ditentukan nama batuan secara petrografis.
b.    Analisis struktur geologi dilakukan untuk mengetahui jenis struktur yang bekerja, sehingga dapat menentukan umur dan mekanisme struktur pada daerah penelitian.
Dan juga meliputi analisa stereografi menggunakan proyeksi stereografi untuk penggambaran stereografi kedudukan struktur geologi yang dijumpai baik itu kekar, sesar, maupun lipatan.